Tuesday, April 30, 2013

Bertemu Keturunan Terakhir Ninja di Iga, Jepang


Iga - Dunia ninja yang biasa kita lihat di film, ternyata masih nyata ada di Negeri Matahari Terbit. Anda bisa melihatnya secara langsung di Museum Ninja, Jepang. Dialah keturunan terakhir sang mata-mata Jepang.

Dari Mail Online, Senin (29/4/2013), seorang insinyur mempelajari ilmu ninja sejak berusia 6 tahun. Pria bernama Jinichi Kawakami (63) ini adalah keturunan ke-21 dari klan Ban, sebuah dinasti ninja.

"Saya pikir saya disebut ninja terakhir. Hal ini karena mungkin tidak ada orang lain yang belajar semua keterampilan yang langsung diturunkan dari master Ninja selama lima abad terakhir. Ninja yang layak sudah tidak ada lagi," katanya.

Bisa dibilang ninja adalah agen Jepang yang terampil dalam memata-matai. Tak hanya itu, ia juga pandai mengalahkan musuh dengan menggunakan kecerdasan.

Jika diperlukan, ninja harus ahli menggunakan senjata seperti shuriken, senjata tajam berbentuk bintang dan pipa tiup fukiya, biasanya diisi dengan panah beracun.

Penasaran ingin bertemu ninja? Traveler bisa datang langsung ke Ninja Museum Iga-ryu di Iga, Jepang. Kota ini berada sekitar 354 km barat daya Tokyo.

Di sini, Anda bisa melihat berbagai macam alat milik sang pengintai, mulai dari shuriken hingga fukiya. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa melihat keseruan pertunjukkan yang memperlihatkan kemahiran mereka.

Tapi yang paling seru, datang ke museum ini, Anda juga bisa bertemu langsung dengan keturunan terakhir ninja. Dialah Jinichi Kawakami.

Kawakami berlatih seni kuno Ninjutsu di bawah ajaran seorang master Buddha, Masazo Ishida. Ninjutsu dapat diterjemahkan sebagai 'Seni Tipu Muslihat' tapi juga berarti 'Seni Bertahan'.

Untuk mengasah konsentrasi, Kawakami menatap api lilin hingga merasa berada di dalamnya. Untuk mengasah pendengaran, Kawakami berlatih mendengar jarum yang jatuh di lantai kayu di ruangan sebelah. Dia juga dilatih untuk menghilang di dalam kabut asap.

Kawakami belajar memanjat dinding, melompat dari ketinggian, dan membuat ledakan dan asap dengan mencampurkan bahan kimia. Dia juga berlatih bertahan di suhu panas dan dingin yang ekstrem, serta pergi berhari-hari tanpa makanan dan air.

Pada usia 19 tahun, Kawakimi mewarisi gelar master beserta gulungan rahasia dan senjata-senjata kuno. Dia berkata kekuatan ninja bukanlah pada kekerasan, tetapi memanfaatkan kelemahan musuh dengan mengalihkan perhatian mereka.

Bersembunyi di tempat-tempat yang tidak memungkinkan adalah keahlian ninja. Tapi Kawakami telah memutuskan untuk membiarkan seni ninja mati bersamanya.

Kawakami tidak membuka kesempatan untuk meneruskan warisan ninja dan membuat dirinya menjadi turunan terakhir di garis klan Ban. Menurutnya, ninja tidak cocok dengan zaman modern.

Jadi, jangan sampai melewatkan bertemu sang mata-mata di Museum Ninja di Iga, Jepang!


No comments:

Post a Comment