Tuesday, January 29, 2013

Pesawat Qantas Turun Mendadak 9 Km, Penumpang Menangis


Canberra - Menegangkan! Pesawat milik maskapai Australia, Qantas tiba-tiba menurunkan ketinggian secara cepat setelah mengalami penurunan tekanan udara di kabin. Para penumpang pun dilanda kecemasan dan bahkan menangis.

Pesawat tersebut menurunkan ketinggian 9 kilometer secara drastis dalam waktu 5 menit. Akibat turunnya tekanan kabin, pesawat pun terpaksa mendarat darurat di saat penerbangan baru berlangsung sekitar 45 menit.

Saat kejadian pada Selasa, 29 Januari waktu setempat itu, sekitar 150 orang berada dalam pesawat yang bertolak dari Brisbane, Australia itu. Tiba-tiba saja, pesawat Boeing 737-800 tersebut kehilangan tekanan kabin. Pilot pun memberitahu para penumpang pesawat akan melakukan penurunan cepat dari ketinggian 30.000 kaki.

Salah seorang penumpang, Jason Henderson mengatakan, dirinya tak akan pernah melupakan saat-saat menegangkan itu.

"Itu pastinya hari paling menakutkan dalam hidup saya dan hal terburuk yang pernah saya alami," kata pria Australia berumur 25 tahun itu seperti dilansir News Australia, Rabu (30/1/2013).

"Saya agak gemetar dan ada orang-orang yang menangis. Orang-orang tak tahu harus bagaimana, semua orang terguncang," imbuhnya.

Henderson bahkan sempat mengira bahwa dirinya akan meninggal. "Ada beberapa saat di mana saya berpikir bahwa inilah saatnya," tuturnya.

Pesawat tersebut akhirnya mendarat di Rockhampton, Australia dengan selamat pada Selasa sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Begitu mencapai landasan, para penumpang pun bersorak-sorai gembira. Untungnya, Tak ada yang terluka dalam insiden itu.

Para teknisi kemudian memeriksa pesawat tersebut. Sementara para penumpang diangkut dengan pesawat pengganti dan tiba di kota tujuan, Townsville pada Selasa sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Juru bicara Qantas menyatakan, pilot bertindak sesuai prosedur standar setelah mendeteksi adanya masalah. "Selama penerbangan, kru mendeteksi bahwa pesawat tidak mempertahankan tekanan kabin yang normal," kata juru bicara tersebut.

"Sesuai prosedur standar, Kapten melakukan penurunan ke 10.000 kaki," tandasnya.

Insiden ini telah dilaporkan ke Otoritas Keselamatan Aviasi Sipil dan Biro Keselamatan Transportasi Australia. Penyelidikan atas kejadian tersebut tengah dilakukan.

0 komentar:

Post a Comment