Tuesday, April 23, 2013

Pantai Ngantep, Memang Paling Mantep di Malang Selatan


detikTravel Community - 

Liburan ke Malang biasanya identik dengan jalan-jalan ke Bromo atau Semeru. Cobalah sekali-kali ke Malang Selatan. Daerah ini menyimpan Pantai Ngantep dengan ombaknya yang dahsyat.

Malang Selatan memang memiliki banyak pantai yang cantik. Di antara yang paling sering dikunjungi wisatawan adalah Sendang Biru, Segara Anakan Pulau Sempu, Kondang Merak, Balekambang, PGEgaHJlZj0iaHR0cDovL2FkaXByYW1hbmEuY29tLzIwMTIvMTEvZGFuaWVsLW1hbmFudGEtaW5naW4tb3JhbmctbWFsYXlzaWEtcGFrYWktYmFqdS1kYW1uLWktbG92ZS1pbmRvbmVzaWEuaHRtbA0iIHRhcmdldD0iX2JsYW5rIiByZWw9Im5vZm9sbG93Ij5CYWp1PC9hPg==l Mati dan Goa Cina.

Namun jika ada pertanyaan pantai dengan ombak paling ciamik di Malang Selatan? Pantai Ngantep jawabannya. Setelah berkunjung ke Pantai Ngantep, pilihan favorit saya pun jatuh di sini. Ombaknya sangat cantik, pantas saja bila banyak wisatawan yang menggemari pantai ini untuk berselancar.

Jalur menuju Pantai Ngantep cukup mudah. Jika berangkat dari Kota Malang, Anda bisa menuju arah Terminal Gadang lanjut ke Bululawang. Di Bululawang, ada dua cabang jalan, ambil jalur sebelah kiri untuk selanjutnya menuju Gondang Legi.

Setelah itu, tinggal mengikuti papan penujuk arah yang akan sering ditemui di sepanjang jalan. Karena Pantai Ngantep tidak ada di papan penunjuk arah, ikuti saja arah menuju Balekambang.

Saat itu karena saya berangkat malam hari, jalanan lumayan sepi dan minim penerangan ketika memasuki daerah Bantur. Jadi, saya sarankan, sebaiknya keberangkatan sejak pagi atau siang hari.

Sesampainya di pintu masuk Pantai Ngantep, ada baiknya kita beristirahat sebentar untuk menyiapkan tenaga kembali. Dari pintu masuk, jarak jalan menuju pantainya kira-kira 4 Km.

Medannya cukup sulit karena hampir keseluruhan adalah jalan tanah berbatu. Bila hujan, tentu lebih sulit lagi. Jadi usahakan berkunjung ke sana saat cuaca cerah. Jangan lupa mengecek ban agar tak bocor saat perjalanan.

Memasuki gerbang, suara deburan ombak sudah terdengar jelas. Setibanya di pantai, atmosfernya seperti di Kuta Bali! Semua kelelahan saya langsung terbayar di sini. Hamparan pasir putihnya sungguh cantik. Ombaknya benar-benar layak dinikmati. Pepohonan yang rindang di sekitar pantai menjadi favorit wisatawan untuk menggelar tikar dan makan siang, atau sekadar tiduran di batang pohon dan bermain ayunan. 

Menyusuri pantai ke sisi kanan, saya bertemu dengan tangga menuju pendopo tempat leluhur warga diPGEgaHJlZj0iaHR0cDovL2FkaXByYW1hbmEuY29tLzIwMDkvMDMva2FycGV0LW1ha2FtLW5hYmktbXVoYW1tYWQtdGVyanVhbC1ycC04MjUtbWlsaWFyLmh0bWwNIiB0YXJnZXQ9Il9ibGFuayIgcmVsPSJub2ZvbGxvdyI+bWFrYW08L2E+kan. Menengok sedikit ke kanan lagi, di balik bukit terdapat pantai yang dikelilingi bukit.

Pantainya masih bersih dari sampah karena kebanyakan pengunjung lebih memilih untuk bermain di pantai utama. Menyusuri Ngantep ke arah kiri, saya berpapasan dengan beberapa perahu nelayan yang dijangkar rapi. Sedikit menepi ke kiri, ada sungai payau yang bersih tepat di belakang pemukiman penduduk.

Ingin menemukan surga yang lebih indah lagi, saya mencoba naik ke atas bukit lewat jalan setapak yang biasanya dilalui warga untuk berladang. Tak kurang dari 15 menit, saya sudah sampai di surga tersembunyi pertama. Karang-karang besar berjajar rapi di sepanjang tepian pantai. Suara ombak yang pecah di batu-batu karang besar mempesona pendengaran saya pagi itu.

Mencoba naik lagi kurang lebih 5 menit, membelah ladang petani, saya sampai di surga tersembunyi kedua. Karang di sini tidak tajam sehingga nyaman untuk duduk sambil menikmati ombak Ngantep.

Lumut-lumut hijau yang tumbuh di sepanjang karang semakin mempercantik pantai ini. Saya sungguh terpikat dengan suasana di sini.

Jika beruntung, traveler bisa menemukan bulu babi dan kepiting. Kedua pantai yang lebih cantik dari pantai utama Ngantep ini sangat sepi.

Saat itu, saya dan teman-teman satu-satunya rombongan yang menyusur pantai hingga ke sana. Serasa pantai pribadi! Hal itu karena kebanyakan pengunjung belum tahu ada surga di balik bukit.

Jangan ragu untuk mencoba bermalam di sini. Saya sudah mencobanya dan mendapatkan kesempatan merasakan suasana planetarium serta melihat bintang jatuh saat dini hari tiba.

Tiduran di tepi pantai sambil menatap langit malam sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Bila ingin menginap di bungalow, tarif sehari cukup murah yaitu Rp 100.000-Rp 150.000.

Tak perlu khawatir untuk buang air. Di pantai ini juga tersedia toilet umum 24 jam kok. Bila lapar, tinggal ke warung saja. Fasilitasnya cukup lengkap bukan? Pantai ini memang layak jadi favorit di Malang Selatan!

0 komentar:

Post a Comment